
Ya Anda tidak salah baca judul, saya sebut musuh. Jangan bayangkan musuh disini adalah peran antagonis berpakaian ketat dengan otot-otot gak masuk akal. Tapi saya beri tanda kutip karena maksudnya adalah lawan dari ‘kelangsungan hidup’ korek Zippo kita.
Zippo adalah korek api yang didesain dan didukung oleh produsennya (dengan garansi seumur hidup) untuk hidup dan bekerja bahkan lebih lama dari usia pemiliknya. Yang membuatnya layak diwariskan antar generasi dan memiliki nilai lebih tinggi ketimbang angka-angka nominal.
Singkatnya Zippo didesain untuk tahan lama dengan perawatan minimum dan seburuk-buruknya selalu bisa diperbaiki oleh produsennya. Yaitu bila terjadi kerusakan yang menyebabkan tidak berfungsinya sebuah Zippo sebagai korek (bukan kosmetik/tampilan luar), maka kita bisa meminta sang produsen (Zippo Mfg. Co.) untuk memperbaikinya. Gratis! Seumur hidup.
Mengklaimnya pun sangat mudah, tidak perlu kartu garansi (yang tidak pernah ada), dus, apalagi kwitansi pembelian. Batangan saja, hanya korek Zippo nya saja akan dilayani, syaratnya hanya satu; Zippo asli.
Nah kalau sudah didesain sedemikian rupa yang sudah terbukti di berbagai medan, di dukung garansi seumur hidup. Lantas apa lawan yang bisa mematikannya? Tolong jangan jawab Tuhan, itu sudah pasti hehehe. Yang umum adalah; hilang.
Mari kita bahas penyebab hilangnya. Secara garis besar penyebabnya adalah hilang (karena lupa) dan curankor (pencurian korek api).
Sejauh yang saya amati, modus curankor ini ada dua. Kesatu curankor pasif, ini umum, karena pelaku biasanya punya reflek rajin-yang-lebih untuk selalu menyimpan korek (milik siapapun) ke sakunya. Sampai di rumah dia sadar ada barang orang lain, berniat mengembalikan tapi ditunda-tunda akhirnya dipakai sendiri juga atau hilang sekalian. Kedua curankor aktif, pelaku memang berniat, sengaja, dan melakukannya dengan sadar. Entah karena kesempatan atau memang ngincer.
Curankor aktif ini cukup brengsek dan ngeselin. Biasanya dilakukan karena mereka paham ini barang ada harganya atau memang terlihat bagus dan timbul niat menguasai Zippo itu untuk dirinya sendiri.
Berbagai skenario bisa terjadi untuk kategori curankor aktif ini. Bisa karena pelaku nemu barang tertinggal tapi disimpan, pas pemiliknya kembali tergopoh-gopoh menanyakan zippo nya, dia menjawab “tidak lihat pak”, dengan muka polos sepolos high polish chrome. Padahal cuma dia yang standby disitu atau dia bisa lapor barang hilang ke atasannya.
Bisa juga dia berusaha bikin kita lupa. Saya pernah mengalami beberapa modus (sukurnya beberapa selamat). Kejadian yang paling tidak bisa lupa adalah petugas perbaikan telekomunikasi yang benerin telepon rumah saya.
Jadi suatu hari jaringan internet rumah rusak, dan ditangani oleh petugasnya. Selesai dia servis jaringan (sendirian), saya hampiri sambil bakar rokok pakai korek Zippo, lantas matanya berbinar, menyodorkan form yang harus saya tandatangani sambil bilang tidak bawa bolpen.
Ketika saya akan masuk ke rumah mengambil pen, dia bilang, “korek apa tuh pak? Boleh lihat pak?” Saya pinjamkan sambil bilang “korek Zippo pak.” Lantas berlalu ke dalam, secara instingtif di dalam hati saya bilang; “Zippo dipinjam” supaya saya ingat.
Pas keluar orang itu sudah duduk manis di atas motor, pakai helm dan tersenyum mengambil form dari tangan saya. Saya yang masih ingat dia pinjam korek Zippo menonton dengan riang adegan lupa yang disajikan si bapak ini. Dengan kalem saya perhatikan dia memasukkan form ke saku, menunduk untuk menyela mesin motornya dan tersenyum untuk pamitan.
Begitu dia pamit saya langsung nyeletuk, “korek saya mana pak?” Dia langsung pasang muka yang dibuat-buat polos. “Korek? Korek apa pak?” Saya jawab santai, “korek Zippo saya yang tadi bapak bilang mau lihat” Hening sejenak (saya sangat menikmati akting gagal si bapak ini), “Oh iya korek yang tadi pak” dengan kikuk dia turun dari motor dan membuka toolbag di kursi boncengannya!
Adegan ini mulai berasa tidak lucu. Karena korek Zippo saya sudah disimpan jauh di dalam toolbag-nya, sampai dia perlu turun dari motor dan membuka beberapa bagian tasnya itu. “Bah niat banget nih orang!” Saya memaki dalam hati. Panas rasanya wajah saya. Sambil nyengir canggung dia berikan korek Zippo saya, “Ini pak koreknya, maaf saya kelupaan”. Saya udah gak bisa senyum, tips buat dua bungkus rokok saya bejek-bejek didalam celana pendek saya.
Pernah beberapa kali sekelompok kecil pemuda tanggung datang ke toko dengan canggung mau menjual korek Zippo nya. Karena saya tidak yakin dengan ke-absahan kepemilikan Zippo nya, sekaligus bikin kapok dikit, saya tawar korek Zippo-nya dengan harga semena-mena, hanya puluhan ribu. Dia pun manyun, lirik teman-temannya dan balik kanan.
Kemudian selanjutnya curankor pasif, adalah kejadian dimana seseorang yang kelewat rajin dan sayang sama korek orang lain sehingga berasa milik sendiri dan selalu disakuin setiap habis bakar rokok (yang kemungkinan sebatang dapet minta itu juga). Menurut saya biasanya orang ini innocent lahir-batin. Tapi kebiasaannya curankor pasif itulah yang bikin pemilik korek Zippo garuk-garuk bantal tak tentu arah pas tau korek Zippo-nya raib.
Dia memang tidak sengaja, dia merasa bersalah begitu tahu ada korek Zippo orang lain terbawa, tapi karena sudah kebiasaan ya biasa saja buat dia. Istilahnya menyesal sedetik tapi sedetik kemudian menghibur diri “ya udah besok gw balikin”, sambil garuk-garuk kepala dan ngeloyor ke wc.
Dan bisa ditebak, tomorrow never come. Bukan sebab dia mati kelelep di wc karena dosanya ngambil Zippo secara tidak sengaja, bukan pula dia mati ketiban atap rumah karena azab Tuhan. Tapi ya dia lupa aja. Selupa dia mengantongi korek Zippo tersebut pada awalnya.
Di tangan dia pun zippo-nya tidak digunakan, tapi terlupakan. Sampai dua tahun kemudian pas ketemu pemiliknya di acara buka bersama dia nyeletuk santai, “eh iya Dul, korek Zippo lu ada sama gw. Waktu itu ga sengaja kebawa (2 years ago sodara-sodara).” Dan bisa ditebak, pas dia ngomong gitu pun ya korek Zippo-nya nggak dia bawa.
Dari situ kita bisa lihat, musuh utama korek Zippo adalah hilang. Entah karena lupa atau musibah dicuri. Kalau sudah hilang ya ngga bisa dipakai, disimpan, apalagi digaransi. Sudah tinggal cerita.
Lantas bagaimana mencegah Zippo dari hilang? Saya percaya langkah preventif lebih efektif disini. Jadi menurut saya membuat habit, kebiasaan Anda untuk mencegah hilangnya korek dari penguasaan Anda itu lebih baik. Caranya bisa bermacam-macam sesuai karakter dan kebiasaan Anda.
Pernah ada mahasiswa datang ke toko, yang satu pengguna Zippo yang mengantar temannya untuk membeli Zippo. Temannya bilang; “Ah gue korek gas biasa aja ilang, nanti kalau ini hilang gimana?” Temannya dengan cerdas menjawab, “Beda bro. Itu korek dua ribuan, secara ga sadar lo cuek itu hilang apa nggak. Kalo ini kan lebih mahal. Sama kayak waktu lo ganti android abal-abal lo pake iPhone, yang iPhone lu jagain banget kayak maniak.” Temannya tertegun dan membeli sebuah Zippo. Ini bermainnya di mind-set. Cerdas.
Pernah ada juga pemuda (sepertinya mahasiswa) yang datang dengan mata berbinar, bersemangat memilih Zippo. Setelah deal, bayar, dan zipponya menyala, matanya makin berbinar kayak mata anak kucing minta kepala lele. Dia ngomong sendiri, “Akhirnya saya punya Zippo…”, saya bilang “selamat ya bro.” Iya bang, sebelum saya berani beli Zippo ini, saya udah ngabisin tiga korek gas, bener-bener sampe habis dan ga ada yang hilang. Buat mastiin kalau saya punya Zippo bisa ngejaganya.” O lala, damn! Saya takjub dan cuma bisa ngebatin, “segitunya ya…” Saking terharunya saya sampai hampir ngasih diskon, tapi untung sadar dan nggak jadi… Hahahahahaha… Ini bermain di tingkat menantang diri untuk selalu lebih baik dalam menyikapi segala sesuatu (wew panjang ya kalimatnya).
Diluar semua preferensi pribadi tiap orang, ada beberapa hal yang mungkin bisa saya sarankan kepada pengguna zippo.
Pertama, dengan memberikan personalisasi (custom) kepada Korek Zippo Anda. Seperti menggravir nama, inisial, tanda tangan, logo komunitas, atau kalau perlu gravir silisilah keluarga Anda di Zippo. Sehingga korek Zippo tersebut bertambah nilainya bagi Anda, dan berkurang nilainya bagi orang lain (baca; pelaku curankor). Masa iya nama saya Toba saya mau ngambil dan pakai Zippo bertuliskan Siti Aminah, ya gak mungkin.
Kedua adalah biasakan menempatkan Zippo hanya di satu tempat di pakaian/jaket kita. Sehingga setelah nongkrong, meeting, atau kongkow, Anda dapat dengan mudah untuk memastikan Zippo ada atau tidak. Bila korek Zippo tidak ada di saku yang biasa kita taruh, tahan dulu semua peserta kongkow, dan geledah mereka :))
Untuk memudahkan hal tersebut, Zippo sudah mendukung dengan membuat pouch (kantung) khusus Zippo yang ekslusif dari bahan kulit asli dan ada juga bahan plastik yang berkesan lebih modern. Tersedia berbagai warna dan model yang dapat Anda sesuaikan dengan setelan gaya berkegiatan Anda.
Atau bisa juga pouch Zippo produksi Nyenius yang terbuat dari bahan kanvas dan jeans. Yang dibuat setelah merenungkan pouch buatan Zippo yang terbuat dari kulit dan memiliki kancing logam yang bisa membuat ‘tanda’ di body Zippo. Tapi hal tersebut bisa diatasi dengan memberikan bantalan tambahan (double tip tebal) pada logam kancing di bagian dalam. Tapi Toko Nyenius berusaha memberikan alternatif lain untuk wadah portabel Zippo, kita produksi yang full bahan (canvas/denim jeans), sehingga korek Zippo Anda bisa bersemayam dengan manja dan aman didalamnya. Karena terbuat dari bahan canvas atau denim, pouch nyenius bisa untuk ikat pinggang atau sekedar pouch yang ditaruh di dalam saku tanpa terasa mengganjal.
Yah setelah panjang cerita kita ngiklan dikit tidak apa-apa ya broh 😀
Ketiga dan paling simpel-nya, sayangi korek zippo Anda, niscaya secara otomatis Anda akan menjaganya dengan baik juga.
Saya selalu sedih mendengar cerita korek zippo yang hilang, apalagi beberapa korban kebetulan adalah korek zippo warisan kakek dan orang tuanya.
Jadi, seperti pesan pak polisi; kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

Om, nyimpan zippo di saku celana apa bisa pengaruh? Soalnya saya beberapa kali simpan di saku selalu susah nyala. Ketika saya taruh di tas nyala aman.
Jiah… Ngalor ngidul, tapi keterusan bacanya 🤣
Hehehehe terima kasih om 🙂
pemula yang banyak belajar dari pengalaman di web ini
maturnuwun Mas 🙂
Sama-sama mas owie, senang bisa membantu 🙂
Sampai detik ini, tidak pernah lupa kejadian kehilangan zippo ane yg Penuh Sejarah Perjuangan Bangsa….
Pas ane duduk2 di parkiran sebuah RS nungguin ibu
Di dekat situ ada pak penjaga parkiran yg tidak ane curigai,tapi ane berindikasi ada peluang ngambil
Tiba2 tlp berdering,bini tlp… minta cemilan
secepat kilat ane berdiri,melupakan rokok dan zippo penuh PSPB tsbt
Tidak sampai 3 menit… ane ingat.. betul…
benar tidak sampai 3 menit….
Ane kembali sambil berlari… namun,cuman sebungkus rokok yg ane temui tanpa zippo tersebut 🙁
Ahh sudahlah…
Satu2nya yg bikin ane ihklas,ibu ane sembuh dan sehat sampai detik ini
Dan zippo itupun sudah dapat penggantinya,walaupun rasa sayangnya tidak sebesar yg lama…
Karena cinta pertama itu tak lekang oleh waktu
hiks hiks
Hiks, ikut berduka om atas kehilangannya. Cerita soal zippo ‘berkesan’ itu memang tiada duanya om, tapi sukurlah bundanya dianugerahi kesembuhan. Wah sayang ceritanya ngga ikutan di giveaway toko Nyenius bulan ini. Jangan lupa ikuti facebook kita di Facebook.cok/tokozippo karena selalu ada giveaway tiap bulannya 🙂
Klo mau garansi in ke mana ya om… #mhn petunjuk🙏
Wakakaka….
Tulisannya panjang tapi sangat-sangat menghibur setelah membaca curankor.
The light of your life
Wekekekeke sukurlah…
Kalo punyaku ilangnya jatuh masuk toilet om.. .nyeselnya sampe sekarang.. .
Saya juga pernah om, tapi saya pilih untuk mengorbankan kesucian tangan saya…. -_-“
Hehehe keren bang gaya nulisnya, gak bikin novel ?
Hahahaha… terima kasih bro apresiasinya. Ada ide? 😀