Selasa, 18 Februari 2014, di siang yang terik, seorang pembeli bernama Ojay datang ke toko saya hendak membeli Zippo. Sebelum membeli Ojay menanyakan tentang jaminan keaslian Zippo yang dijual. Hingga dia merasa yakin dan memutuskan untuk membeli Zippo 24756ZL; Black Ebony with Zippo Logo.

Keesokan harinya ketika saya sedang melayani pembeli lain, Ojay kembali lagi ke toko saya. Turun dari motor, masuk ke dalam toko dan dengan wajah ragu dia berkata, “Zipponya bisa ditukar nggak bang?”. “Loh kenapa?” kata saya. Dia jawab, “Karena ini palsu.” Pernyataannya sederhana tapi cukup bikin senewen juga, karena itu diutarakan di depan konsumen lain yang baru mulai memakai Zippo.

Untuk menghilangkan grogi, saya tersenyum manis dan bertanya, “Memang kenapa dibilang palsu bro?” tanya saya. “Sebenarnya ini titipan, bukan untuk saya Bang. Nah katanya ini palsu, saya sendiri nggak ngerti Zippo.” Wah saya juga bingung kalau gitu ceritanya. Kemudian bro Ojay mengeluarkan sebuah korek seperti Zippo, “Katanya diminta cari yang asli yang seperti ini.” Ojay mengambil barang tersebut dari saku dan menyodorkannya kepada saya.

slow-motionPeristiwa dihadirkannya korek contoh tersebut terlihat seperti gerakan slow motion di mata saya. Perlahan mulai terlihat ketika jemari Ojay tersibak dan menampilkan korek itu sedikit-demi sedikit. Dan pada pandangan pertama saya langsung tahu itu Zippo KW super; Super parah. Apalagi setelah korek itu saya pegang; lapisan krum yang mulai ngelotok, ketebalan casing luar yang abnormal (tebal sekali), insert dengan roda lurus horizontal, dan terakhir saya endus; bahan bakarnya tak salah lagi adalah bensin premium.

Semakin saya bingung harus bilang apa. Sambil berpikir, saya memeriksa barang yang ingin ditukar. Terlihat sudah diisi minyak dan sumbunya sudah dinyalakan sekali-dua kali. Casing luar semua mulus. Kotak masih lengkap. Ini memang betul Zippo yang dia beli kemarin, dan hanya digunakan untuk coba-coba saja.

Dengan halus saya menerangkan bahwa sangkaan Zippo yang saya jual palsu itu tidak bisa dijadikan alasan untuk pengembalian atau penukaran barang. Karena saya hanya menjual Zippo asli, satu saja saya jual KW bisa panjang akibatnya. Saya terangkan pula contoh ‘Zippo asli’ yang dia bawa itu justru palsu sambil saya jelaskan cirinya. Dan saya sarankan kepada dia untuk mengecek keaslian barang saya ke beberapa toko yang sejak 90-an sudah menjual Zippo di Jakarta. Kalau mereka bilang palsu saya berani kembalikan uangnya 3x lipat.

Percakapan saya dan Ojey di toko menjadi perhatian bagi konsumen baru yang bernama Aboy dan temannya. Saya jadi malu juga karena di hadapan konsumen baru, ada orang komplain bahwa zippo yang saya jual itu palsu. Namun Aboy yang juga berprofesi sebagai pedagang di daerah Pancoran, tampaknya mengerti. Dia berusaha tak acuh dengan kondisi tersebut, beberapa pertanyaan Aboy mengenai Zippo pilihannya cukup memecah suasana yang kaku.

Sesekali Ojay terlihat serius chatting melalui BBM. Raut mukanya semakin tidak menentu, terlihat bingung. Baru pada saat itu diungkapkan yang mengganjal hatinya, “Minta tolong deh Bang, soalnya ini buat ‘mahar’.” Mahar? “Wah jarang nih ada yang mau beli Zippo untuk pernikahan,” pikir saya. Saya coba mengerti posisinya, lagipula tidak ada salahnya membantu orang yang mau menikah. Ojay mengatakan ia ingin tukar-tambah dengan Zippo yang lebih mahal, yang seharga 1,3 juta, yang penting maharnya diterima sama ‘kiai’-nya.

Loh kok kiai?? Saya tanya lagi memangnya untuk mahar apa? “Untuk mahar pengobatan bang, mertua saya sakit sudah lama, sepertinya diguna-guna, dan sekarang lagi coba diobatin sama ‘kiai’, ya orang pintar gitu lah bang. Nah diminta Zippo yang asli buat ‘mahar’ pengobatannya.”

Mendengar pernyataan Ojay, spontan saya, Aboy dan temannya saling berpandangan heran. Jangankan mereka, saya sendiri yang hobi dan jualan Zippo sejak lama baru kali ini dengar Zippo untuk syarat mistik. Biasanya orang beli Zippo untuk dipakai, hadiah, koleksi, tapi baru kali ini ada yang beli Zippo untuk syarat pengobatan gaib.

Antara percaya dan tidak, di tengah keheranan dan rasa takjub saya berusaha menilik apakah ini guyonan atau serius melalui wajah sang pembeli. Wajah Ojay dari awal datang sampai detik ini tidak berubah, tetap serius dan bingung, belum lagi keringat tetap mengucur dikeningnya padahal ruangan toko ber-AC. Dia serius. Ojay menambahkan kalau dia bekerja sebagai office boy sebuah bank di Tangerang, dan sudah dua hari izin tidak kerja hanya untuk mengurusi mahar ini. Dia tidak tahu harus cari kemana lagi ‘Zippo asli’ yang dimaksud. Saya coba arahkan untuk membeli Zippo KW yang lebih mirip dengan ciri sampel yang dibawanya. Ketimbang dia tukar tambah dengan yang lebih mahal yang belum tentu diakui keasliannya oleh sang ‘kiai’.

Tiba-tiba telepon Ojay berdering dan tak lama kemudian saya dipersilahkan bicara dengan sang penelpon. Ternyata itu adalah orang kepercayaan orang pintar tersebut. Tak lain untuk meminta agar barangnya bisa ditukar ‘dengan Zippo yang lebih asli’. Saya jelaskan kembali seperti yang sebelumnya saya ungkapkan ke Ojay bahwa Zippo yang saya jual asli, dan saya tambahkan tidak ada istilah ‘lebih asli’ atau ‘agak palsu‘ untuk Zippo original.

DiscussionBerbagai opini saya utarakan untuk mencegah Ojay membeli Zippo yang lebih mahal dalam ketidakpastian, namun dia tetap pada pendiriannya. Akhirnya saya berpikir ini soal keyakinan, sulit mengubahnya. Mungkin dia khawatir kalau mengibuli orang pintar tersebut nanti malah jadi kuwalat. Maka saya coba buat pengecualian, boleh ditukar tapi hanya sekali itu saja. Kalau ternyata masih dibilang palsu, saya tidak bisa bantu lagi alias tidak bisa ditukar.

Akhirnya saya menyarankan Zippo Armor, yang saya rasa ketebalannya hampir menyamai korek contoh yang dibawanya. Untuk catatan, ketebalan casing Zippo standar adalah 0.5 mm, sedangkan seri Armor adalah 0.75 mm, contoh Zippo kw yang dibawanya itu masih lebih tebal dari Zippo Armor, saya taksir paling minim tebalnya 1 mm. Setelah melalui proses seleksi yang cukup alot, Ojay pun setuju dengan saran saya dan memilih sebuah Zippo High Polished Chrome Armor 28367 (Unity Ribbon).

Dua minggu berselang, saya menghubungi Ojay untuk menanyakan hasil pemberian mahar-nya, sekaligus meminta izin kisahnya dijadikan tulisan. Ojay mengizinkan dengan beberapa syarat dan dikabarkan orang pintar yang meminta mahar tersebut mau menerima, karena katanya beliau juga tidak begitu mengerti tentang Zippo……….

what
…..

what
…..

what
…..

Ah whatever… Saya heran, takjub, dan merasa lucu sendiri. Betapa arti, nilai, dan fungsi sebuah barang dapat bertransformasi ke dalam wilayah yang jauh dari peruntukan awalnya. Dan dari pengalaman unik ini saya semakin yakin, bahwa Zippo bisa digunakan untuk ganjalan pintu. Salam.

1377-Freddie-Mercury-So-Close-50x100-W-254x254

————————————————————

Berikut ini penampakan barang yang batal dijadikan mahar gaib, hendak dijual dengan status second kinyis-kinyis alias mulus SOLD ;):

Zippo-Black-Ebony-untuk-Mahar-Mistik-1 Zippo-Black-Ebony-untuk-Mahar-Mistik-2 Zippo-Black-Ebony-untuk-Mahar-Mistik-3Zippo-Black-Ebony-untuk-Mahar-Mistik-4

 

***Mungkin Anda minat dengan Zippo ini? Kondisi 99% baru, mahar-nya tidak mahal kok. Silahkan langsung kontak saya. 😉

 

[toggle title_open=”Close Me” title_closed=”Cerita Tambahan” hide=”yes” border=”yes” style=”default” excerpt_length=”0″ read_more_text=”Read More” read_less_text=”Read Less” include_excerpt_html=”no”]Ada cerita tambahan mengenai barang di atas. Ketika saya hendak menawarkan barang tersebut kepada Usman langganan saya dari Jakarta Timur. Barang tersebut tidak ditemukan dimanapun di etalase, dan laci-laci toko saya. Padahal sehari sebelumnya jelas-jelas ada di etalase bagian kiri.

Mengetahui latar belakang kisah Zippo tersebut, Usman yang sebelumnya juga pernah bersentuhan dengan dunia mistik bergumam; “Jangan-jangan tuh Zippo terbang lagi ke sana,” celetuknya. “Hahahaha, iya kali ya,” balas saya sembari terus mencari Zippo yang dimaksud.

Sebelumnya juga pernah ada konsumen saya yang bergabung di komunitas supranatural yang memiliki ide untuk ‘mengisi’ Zippo. Menurutnya itu sangat mungkin karena casing Zippo terbuat dari kuningan, mengingat banyak benda bertuah seperti keris kecil yang terbuat dari kuningan.

Beliau datang tepat sebelum pergi ‘outing’ ke gunung Salak bersama komunitas supranaturalnya. Sayangnya dua minggu kemudian beliau datang lagi ke toko untuk beli Zippo baru, karena Zippo yang pertama dibeli keburu hilang di penginapan sebelum sempat ‘diisi’ energi supranatural. Mungkin dalam istilah mistiknya itu disebut; ‘belum jodoh’.[/toggle]