Tembakau (Nicotiana Tabacum dan Nicotiana Rustica) biasa juga disebut daun emas adalah anugerah Tuhan yang cukup melimpah di bumi nusantara.

Di Indonesia, Nicotiana Tabacum adalah tanaman asing yang masuk lewat era tanam paksa saat Belanda masih beruasa di abad 19. Dalam Bahasa Indonesia sendiri tembakau merupakan serapan dari bahasa asing.

Namun, pada masa sebelumnya, tembakau setidaknya sudah diketahui ada dan digunakan di Indonesia oleh Sultan Agung (1593–1646) dan Pangeran Dipanegara (1785–1855). Diakui atau tidak, tanpa ada era tanam paksa, tembakau Indonesia tak akan mengalami perkembangan yang begitu pesat hingga tampak seperti hari ini. 1

ladang-tembakau

Daun tembakau dan kandungannya dimanfaatkan untuk beragam kepentingan manusia. Mulai dari medis, hingga yang umum dihisap saripatinya dalam wujud rokok. Bentuk pemanfaatan yang terakhir itulah yang terbesar jumlahnya dan yang akan dibahas dalam tulisan ini.2

Cita rasa tembakau tergantung kepada banyak faktor. Kondisi tanah dan lingkungan pohon tembakau tersebut di tanam, proses pengolahannya, campuran sausnya, bahkan bentuk kemasan (kretek, tingwe, cangklong, cerutu dll) ketika dia dibakar pun mempengaruhi rasa yang hadir dari satu produk tembakau.

Saya menyadari hal ini ketika pertama kali saya ’diracun’ tingwe (linting dhewe) dan cerutu semenjak di bangku sma oleh senior saya bernama Sutikno (semoga Tuhan menerima semua amal ibadahnya). Sejak saat itu saya semakin akrab dengan kertas papir daun kawung dan berbagai cerutu lokal.

Betapa takjub saya ketika sebuah tembakau yang sama memberikan kenikmatan rasa yang berbeda ketika dia disajikan dalam bentuk yang berbeda.

3-lintingan

Contoh, tembakau mole yang dilinting tangan menggunakan kertas papir memberikan rasa yang berbeda dengan yang dilinting mesin dalam bentuk kretek, akan berbeda lagi bila dilinting mesin dengan ditambahkan filter, dan akan berbeda lagi ketika dilinting menggunakan daun kawung. Dan seterusnya dan seterusnya.

hand-roll push roll

Dan pada Desember 2011 datang ‘racun’ baru berupa pipa cangklong. Mbah Patrik atau biasa dikenal sebagai Kolor Ijo di dunia per-pipaan mendadak mengirimi saya hadiah berupa sepaket pipa cangklong lengkap beserta tembakaunya. Dan bersama pipa cangklong inilah makin bertambah khasanah menikmati tembakau.

pipe-patrikson


  1. Buku In Pipe We Trust (PTCI) 
  2. wikipedia: Tembakau