Tahun 2009, saya mulai menjual Zippo. Dari 2 buah Zippo, menjadi 5, menjadi 10 dan seterusnya. Saat itu hanya ada sekitar 3-4 penjual Zippo aktif di Kaskus.

Tahun 2010, para penjual, pembeli mulai saling berinteraksi secara acak dan akhirnya semua bertemu pada ujung-ujung simpul komunikasi dalam sebuah posting thread Zippo di Kaskus.

Tahun 2011, dimulailah babak baru, lahir nama ID-Zippo hasil dari rapat online via konferensi Yahoo! Messenger yang dihadiri 5 orang (1 orang absen karena gaptek). Lahir pula forum http://www.id-Zippo.com. Masih ingat betul momen-momen peluncuran forum tersebut, diiringi lagu-lagu dari Them Crooked Vultures saya tekan tombol save di panel konfigurasi sebagai tanda ID-Zippo.com dibuka untuk umum.

Tahun 2012, acara Gathering nasional pertama ID-Zippo diadakan dengan 3 (kalau tidak disebut 2) orang panitia inti. Dari pertemuan ini banyak wacana bergulir; pembentukan organisasi, kegiatan-kegiatan offline dan seterusnya. Saya dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ID-Zippo. Regional Bandung, Jogja, Surabaya dibentuk.

Tahun 2013, timbul bibit perpecahan internal karena perbedaan cara, yang berujung pergantian Ketua Umum. Perselisihan internal ini cuup ditutupi agar tidak mempengaruhi persatuan semuanya. Efeknya terjadi vakum kegiatan offline dan online. Bahkan Gathering Nasional ID-Zippo ke-2 yang sedianya diadakan pada bulan Februari mundur ke bulan Agustus.

Tahun 2014, setengah tahun pertama masih terjadi kevakuman di ID-Zippo. Kemudian terjadi fenomena ramai kembalinya grup Zippo di Facebook, dengan puncaknya beberapa penggemar Zippo di Bandung (yang belum pernah terlibat di ID-Zippo sebelumnya) mengadakan acara offline halal bi halal penggemar Zippo, suatu momen dimana pertama kalinya sejak 2012 saya hadir di acara komunitas Zippo bukan sebagai panitia. Para pengurus ID-Zippo terpancing untuk kembali aktif dan berkonsolidasi di tengah perkembangan yang terjadi. Lahir ID-Zippo regional Semarang, dan ID-Zippo coba merangkul penggemar Zippo di Bandung ke dalam regional yang sebelumnya mati. Gathering Nasional ke-3 diadakan di Yogyakarta pada bulan tahun itu. Setelah Gathering ke-3 saya kembali diminta menjadi Ketua Umum.

Tahun 2015, di tengah panasnya geliat semangat penggemar Zippo di daerah untuk aktif, mulai timbul gesekan-gesekan yang berujung pada konflik personal. Regional Bandung menjadi tuan rumah Gathering Nasional ke-4 pada bulan April, dimajukan agar berikutnya bisa kembali ke bulan Februari. Grup Zippo di Facebook semakin banyak berdiri. Semenjak terjadinya konflik di awal 2015 suasana grup-grup Zippo tidak bisa dikatakan nyaman untuk para penggemar Zippo, karena konflik tersebut menyisakan sentimen berkepanjangan. ID-Zippo terus berusaha menyuarakan persatuan penggemar Zippo se-tanah air. Ketika hampir menyerah, saya dan dua pengurus sowan ke seorang tokoh yang saat itu posisinya berada di tengah. Mengutarakan visi-misi ID-Zippo tentang persatuan dan kami siap berkorban demi itu terwujud. Saya sebagai ketua siap diganti, asalkan persatuan bisa terwujud, bahkan nama ID-Zippo pun boleh diganti; asal persatuan itu bisa terwujud. Beliau menyatakan visi tersebut sejalan dengan visi pribadinya, dan akan membantu mewujudkan.

Setelah serangkaian tour dilakukan ke daerah-daerah baik oleh sang tokoh dan saya sendiri, terwujudlah Musyawarah Nasional Penggemar Zippo 1 pada 19-20 September di Yogyakarta. Ketua Umum diganti, nama pendiri bertambah, nama ID-Zippo berganti menjadi Zigath; http://www.zigath.com

 

Adios!
ID-Zippo

See you on 
the other side!

:’)

 

 

——
***pertama diposting di http://nyenius.net/2015/09/25/5459/adios-id-zippo-welcome-zigath/